
Andhika Pratama (Foto: Ist)
JAKARTA - Andhika Pratama kerap mengalami
kesulitan setiap kali membintangi film bergenre komedi. Padahal ini
bukan kali pertama kekasih Ussy Sulistyawati itu berperan di film
komedi.
"Sebelumnya aku sudah ngerasain main film komedi dan memang sulit untuk berakting di film komedi, tapi apa yang aku mainkan sudah cukup lucu," ujar Andhika saat ditemui di preview film Kejarlah Jodoh Kau Kutangkap, di EX Plaza, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2011).
Menurutnya, memerankan tokoh di film komedi memiliki tantangan tersendiri karena mempunyai tanggung jawab besar. "Ini film yang tanggungjawabnya besar. Memainkan komedi itu susah. Apalagi di sini karakter Asep yang sangat polos," ungkapnya.
Di film ini Andhika memerankan seorang tokoh orang kampung dengan segala kepolosannya dan keluguannya, namun memiliki nilai agama yang cukup tinggi.
"Aku di film ini memerankan tokoh Asep, yang karakternya lekat dengan kepolosannya, keluguannya, itu yang membuatnya berbeda," jelasnya.
Selain kesulitan berperan sebagai Asep, Andhika mengaku kesulitan ketika harus menunjukkan karakter seseorang yang menguasai ilmu agama tanpa kekakuan.
"Dia karakter yang menguasai ilmu agama. Saat menyampaikan itu ke penonton, aku harus terlihat polos dan lugu, Dan pas di Jakarta, aku juga harus terlihat bodoh, harus memberi kepercayaan ke orang kalau aku memang dari kampung," tandasnya.
sumber
"Sebelumnya aku sudah ngerasain main film komedi dan memang sulit untuk berakting di film komedi, tapi apa yang aku mainkan sudah cukup lucu," ujar Andhika saat ditemui di preview film Kejarlah Jodoh Kau Kutangkap, di EX Plaza, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2011).
Menurutnya, memerankan tokoh di film komedi memiliki tantangan tersendiri karena mempunyai tanggung jawab besar. "Ini film yang tanggungjawabnya besar. Memainkan komedi itu susah. Apalagi di sini karakter Asep yang sangat polos," ungkapnya.
Di film ini Andhika memerankan seorang tokoh orang kampung dengan segala kepolosannya dan keluguannya, namun memiliki nilai agama yang cukup tinggi.
"Aku di film ini memerankan tokoh Asep, yang karakternya lekat dengan kepolosannya, keluguannya, itu yang membuatnya berbeda," jelasnya.
Selain kesulitan berperan sebagai Asep, Andhika mengaku kesulitan ketika harus menunjukkan karakter seseorang yang menguasai ilmu agama tanpa kekakuan.
"Dia karakter yang menguasai ilmu agama. Saat menyampaikan itu ke penonton, aku harus terlihat polos dan lugu, Dan pas di Jakarta, aku juga harus terlihat bodoh, harus memberi kepercayaan ke orang kalau aku memang dari kampung," tandasnya.
sumber
Post a Comment